Thursday, November 29, 2012

Karena dia tidak bisa dibandingkan dengan dunia..

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu…” (QS 57:20)
“Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya…” (HR Muslim)
“…Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah daripada (bangkai kambing) ini untuk kalian.” (HR Muslim)
“…Apa urusanku dengan dunia? Tidaklah aku di dunia ini melainkan seperti orang yang sedang naik kendaraan, berteduh di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya?” (HR Bukhari, Ibnu Majah, Ahmad)
“Kita menyempatkan untuk membaca Al-Qur’an 10 menit setiap harinya. Dan tentu saja lebih utama daripada 10 gram emas, lebih baik daripada 10 mobil xe**a, karena akhirat itu tidak bisa dibandingkan dengan dunia…” (Perkataan seorang ustadz)
Begitu banyak ayat-ayat Allah maupun perkataan Rasulullah yang menyebutkan betapa berharganya “dia”, betapa seringnya dia dibandingkan dengan dunia, dan membuat dunia tidak ada artinya. Siapakah “dia”? Dia adalah akhirat, tempat tinggal abadi kita. Maka ke manakah langkah kita akan tertuju? Menuju akhirat yang kekal atau menuju dunia yang begitu sebentar?
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal…” (QS Al A’la : 17)
Marilah menjadi orang-orang yang kakinya masih menapak di bumi, namun cita-citanya menjulang tinggi ke langit…
Karena akhirat tidak bisa dibandingkan dengan dunia…

No comments:

Post a Comment